Perbedaan IT Support, Maintenance, dan Managed Service
Bandingkan cakupan dan model layanan untuk kebutuhan bisnis.
Model dukungan IT berkala untuk perusahaan yang ingin memiliki proses maintenance dan response yang lebih terstruktur.
Melayani area Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan dan Jabodetabek.
Model dukungan IT berkala untuk perusahaan yang ingin memiliki proses maintenance dan response yang lebih terstruktur.
Perusahaan membutuhkan bantuan IT tanpa menambah tim internal penuh.
Maintenance preventif dapat mengurangi masalah yang berulang.
Pekerjaan IT perlu dicatat agar prioritas dan SLA lebih mudah dipantau.
Scope final menyesuaikan hasil assessment dan kebutuhan proyek.
Jadwal preventive maintenance yang disesuaikan dengan perangkat, jam operasional dan risiko layanan.
Dukungan terhadap incident/request pengguna dengan prioritas dan histori pekerjaan yang terdokumentasi.
Pemeriksaan berkala terhadap status network, server, storage dan layanan dasar yang disepakati.
Pencatatan perangkat, issue dan histori pekerjaan untuk membantu prioritas maintenance.
Pencatatan incident/request, assignment, status dan histori pekerjaan agar support dapat dipantau.
Laporan berkala berisi pekerjaan, issue, rekomendasi dan tindak lanjut yang perlu diprioritaskan.
HALO-TECHS memulai pekerjaan dari kebutuhan dan kondisi lingkungan IT, kemudian menyiapkan desain, kebutuhan hardware/software bila diperlukan, deployment dan testing. Pendekatan ini bertujuan agar solusi tidak berhenti pada instalasi, tetapi dapat dipahami dan disupport setelah implementasi.
Managed IT support cocok untuk perusahaan yang membutuhkan dukungan IT rutin dengan proses yang lebih terstruktur. Scope dapat mencakup monitoring, preventive maintenance, troubleshooting, ticketing, dokumentasi dan laporan berkala.
Model layanan dapat disesuaikan dengan jumlah perangkat, jam support, onsite visit dan SLA. Dengan ticketing dan laporan, perusahaan dapat melihat jenis masalah yang paling sering terjadi dan menentukan prioritas improvement, bukan hanya menyelesaikan insiden satu per satu.
Scope dapat mencakup scheduled maintenance, user support, network/server checks, ticketing, asset tracking dan periodic reporting.
Ya. Target response/resolution sebaiknya mengikuti jam operasional, kritikalitas layanan, jumlah perangkat dan kapasitas support yang disepakati.
Bisa, terutama jika perusahaan belum memiliki tim IT internal yang memadai. Scope dapat disesuaikan dengan jumlah perangkat dan anggaran yang tersedia.
Umumnya iya. Reporting mencakup ringkasan tiket, status perangkat dan rekomendasi tindak lanjut, namun formatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan manajemen.
Biasanya dibahas sebagai pekerjaan tambahan (out-of-scope) dengan skema terpisah, dan sebaiknya proses ini didefinisikan di awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Kirim kebutuhan, lokasi, jumlah user/perangkat dan target waktu implementasi.
Minta Penawaran