Ditulis oleh tim HALO-TECHS berdasarkan pengalaman implementasi dan praktik infrastruktur IT yang kami gunakan dalam proyek.
Saat memilih CCTV, jangan hanya melihat resolusi megapixel. Desain surveillance yang baik harus dimulai dari kebutuhan pengawasan, coverage, dan integrasi sistem.
CCTV Analog
- Masih relevan untuk skenario tertentu, terutama ketika infrastruktur existing ingin dimanfaatkan.
- Dapat menjadi pilihan ketika budget dan kondisi instalasi menjadi pertimbangan penting.
IP Camera
- Berbasis jaringan sehingga lebih fleksibel untuk deployment yang terintegrasi.
- Lebih mudah dikembangkan untuk kebutuhan analytics, VMS, monitoring, dan skalabilitas pada arsitektur tertentu.
Parameter desain yang perlu dibandingkan
- Resolusi dan low-light performance.
- Infrastruktur kabel dan PoE.
- Network bandwidth.
- NVR dan storage.
- VMS integration.
- Analytics atau AI.
- Scalability.
- Monitoring dan remote access.
Memilih CCTV berdasarkan kebutuhan surveillance
CCTV IP menggunakan jaringan sebagai bagian dari sistem video sehingga desain network menjadi faktor penting. Selain kamera, perhatikan PoE budget, uplink, storage, bandwidth, VMS/NVR, retention, serta kebutuhan remote access. Sistem analog dapat tetap relevan pada kondisi tertentu, terutama saat existing cabling dan kebutuhan migrasi menjadi pertimbangan utama.
Retention dan storage sering dilupakan
Jumlah kamera bukan satu-satunya penentu storage. Resolusi, frame rate, codec, bitrate, motion profile, jumlah hari retention, dan recording mode ikut menentukan kebutuhan. Karena itu sizing storage sebaiknya dilakukan bersama kebutuhan surveillance dan policy retensi yang ditetapkan organisasi.