QNAP vs Synology untuk Perusahaan: Memilih NAS Berdasarkan Kebutuhan
QNAP dan Synology sama-sama kuat sebagai platform NAS. Pilihan sebaiknya mengikuti workload, jumlah user, backup, aplikasi dan kebutuhan expansion.
QNAP dan Synology sama-sama platform NAS yang matang dan banyak dipakai perusahaan. Pertanyaan yang lebih berguna daripada "mana yang lebih bagus" adalah: mana yang paling cocok untuk workload, jumlah user, backup, dan rencana pertumbuhan Anda. Artikel ini membantu Anda memilih berdasarkan kebutuhan, bukan merek.
Kriteria yang Seharusnya Menentukan Pilihan
- Workload utama: file server, target backup, penyimpanan CCTV, shared storage untuk VM, atau campuran.
- Jumlah user dan akses bersamaan yang membaca dan menulis data pada jam sibuk.
- Throughput jaringan: 1 GbE sering menjadi bottleneck lebih dulu daripada disk. Cek ketersediaan port 2,5 GbE atau 10 GbE.
- Kapasitas awal dan rencana expansion: jumlah bay, unit expansion, dan batas maksimum kapasitas.
- Strategi backup: NAS bukan backup. Tentukan target salinan kedua dan ketiga sejak awal.
- Dukungan lokal: ketersediaan unit pengganti, SLA garansi, dan teknisi yang memahami platform tersebut.
Perbandingan Umum QNAP vs Synology
Tabel berikut bersifat umum. Spesifikasi berbeda per model dan generasi, jadi selalu cek datasheet model yang akan dibeli.
| Aspek | QNAP | Synology |
|---|---|---|
| Sistem operasi | QTS (ext4) dan QuTS hero (berbasis ZFS) pada model tertentu | DSM, dengan Btrfs pada model yang mendukung |
| Pilihan hardware | Rentang model luas, termasuk model dengan slot PCIe dan port 10 GbE atau lebih | Lini produk lebih terstruktur; fitur hardware tertentu bergantung seri |
| Backup dan replikasi | Hybrid Backup Sync, snapshot, replikasi ke NAS lain atau cloud | Hyper Backup, Snapshot Replication, Active Backup for Business untuk PC, server, dan VM |
| Virtualisasi dan container | Virtualization Station dan Container Station | Virtual Machine Manager dan Container Manager |
| Surveillance | QVR Pro dengan jumlah lisensi kamera bawaan tertentu | Surveillance Station dengan jumlah lisensi kamera bawaan tertentu |
| Kompatibilitas disk | Ada daftar kompatibilitas resmi per model | Ada daftar kompatibilitas dan kebijakan drive yang dapat berbeda antar generasi |
Dua hal yang sering terlewat: lisensi kamera (cek berapa kamera yang gratis dan biaya tambahan) dan kebijakan disk (pastikan disk yang Anda rencanakan masuk daftar kompatibilitas model tersebut).
Pilih Berdasarkan Skenario
File server kantor 10 sampai 50 user
Kedua platform mampu. Fokus pada RAM, integrasi Active Directory, pengaturan hak akses (ACL), dan snapshot untuk memulihkan file yang terhapus. Untuk kantor kecil, model 2 sampai 4 bay dengan RAID 1 atau RAID 5 biasanya cukup, asalkan ada backup terpisah.
Target backup (Veeam, NAKIVO, Acronis, atau backup bawaan)
Prioritaskan throughput tulis berkelanjutan, port 10 GbE bila backup besar, dan RAID 6 atau RAID 10 untuk disk berkapasitas besar. Pertimbangkan snapshot dan fitur immutability agar backup tidak ikut terenkripsi saat terjadi ransomware.
Penyimpanan CCTV dan VMS
Tulis data terjadi 24 jam sehari, jadi pakai disk yang dirancang untuk workload surveillance dan hitung kapasitas dengan benar. Lihat panduan menghitung storage CCTV. Cek batas jumlah kamera dan lisensi per platform.
Shared storage untuk VM (iSCSI atau NFS)
Latensi dan IOPS lebih penting daripada kapasitas. Gunakan SSD atau cache SSD, RAM yang cukup, dan minimal 10 GbE. Untuk beban VM yang besar, pertimbangkan apakah HCI lebih masuk akal daripada NAS.
Kesalahan Umum Saat Memilih NAS
- Memilih berdasarkan merek atau harga unit, bukan workload dan total biaya (disk, RAM, lisensi, garansi).
- Jumlah bay terlalu sedikit tanpa rencana expansion. Lihat upgrade disk atau tambah NAS baru.
- Hanya satu port 1 GbE untuk banyak user dan backup sekaligus.
- Menganggap RAID sebagai backup. Baca RAID NAS untuk perusahaan.
- Memakai disk desktop biasa pada NAS yang berjalan 24 jam.
- Tanpa UPS, atau membuka NAS langsung ke internet tanpa VPN, 2FA, dan update firmware rutin.
Cara Menghitung Kapasitas Sebelum Meminta Penawaran
Kapasitas usable bergantung pada RAID. Rumus dasarnya: RAID 5 = (jumlah disk - 1) x ukuran disk, RAID 6 = (jumlah disk - 2) x ukuran disk, RAID 10 = jumlah disk / 2 x ukuran disk.
Contoh: 8 disk 8 TB dengan RAID 6 menghasilkan (8 - 2) x 8 = 48 TB nominal, atau sekitar 43,6 TiB yang terbaca sistem. Tambahkan pertumbuhan data 3 tahun ke depan, lalu sisakan ruang kosong agar performa tidak turun. Aktifkan juga snapshot sebagai lapisan pemulihan tambahan.
Kesimpulan dan Langkah Berikutnya
Mulailah dari workload dan target backup, baru pilih model. Jika Anda ingin pembandingan berdasarkan kondisi nyata kantor Anda, kami dapat membantu assessment kapasitas dan penyusunan spesifikasi. Tim HALO-TECHS memegang sertifikasi QNAP 2026 (lihat Partners & Certifications) dan memiliki studi kasus backup berbasis QNAP serta layanan instalasi NAS perusahaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mana yang lebih baik untuk backup, QNAP atau Synology?
Keduanya mampu. Tentukan dari throughput, jumlah bay, RAID, fitur snapshot dan immutability, serta kompatibilitas dengan software backup yang Anda pakai (misalnya Veeam atau NAKIVO) pada model yang dipilih.
Apakah NAS bisa menggantikan server?
Untuk file sharing dan target backup, bisa. Untuk aplikasi bisnis dengan beban kompleks, server atau HCI biasanya lebih tepat. Baca NAS vs server, apa bedanya.
Berapa disk minimal untuk RAID 6?
Minimal 4 disk (2 untuk data dan 2 untuk parity). Efisiensi kapasitas lebih baik pada jumlah disk yang lebih banyak.
Apa yang perlu ditanyakan ke distributor sebelum membeli?
Masa garansi, mekanisme penggantian unit, ketersediaan suku cadang di Indonesia, dan daftar disk yang kompatibel untuk model tersebut.
Butuh bantuan untuk QNAP vs Synology?
Mulai dari kondisi yang sedang dihadapi. HALO-TECHS membantu menentukan langkah yang paling masuk akal sebelum perubahan dilakukan.
Lihat Layanan Konsultasikan via WhatsApp