Ditulis oleh tim HALO-TECHS berdasarkan pengalaman implementasi dan praktik infrastruktur IT yang kami gunakan dalam proyek.
Mengapa guest dan internal dipisahkan
Jaringan tamu dan internal memiliki tingkat akses yang berbeda. Pemisahan membantu mengurangi kemungkinan user guest berinteraksi langsung dengan resource internal.
Contoh struktur
Contoh konsep: VLAN management, VLAN internal, VLAN guest dan VLAN perangkat tertentu. Penomoran VLAN harus mengikuti desain IP dan standar lingkungan.
Peran MikroTik dan switch manageable
MikroTik dapat menangani routing dan policy antar VLAN, sementara switch manageable meneruskan VLAN sesuai port/trunk/access design.
Policy dasar
Guest sebaiknya hanya mendapatkan akses internet sesuai kebutuhan. Akses menuju subnet internal dibatasi dengan firewall policy yang jelas.
Pengujian
Uji DHCP, internet access, inter-VLAN access, isolasi guest dan akses ke resource internal sebelum deployment dianggap selesai.
Checklist Desain VLAN untuk Kantor
Tentukan trust boundary
Pisahkan jaringan berdasarkan kebutuhan akses, misalnya management, internal user, guest, server dan perangkat IoT. Tujuannya bukan membuat VLAN sebanyak mungkin, tetapi membatasi komunikasi yang memang tidak diperlukan.
Rancang IP dan DHCP
Setiap VLAN membutuhkan subnet dan DHCP scope yang jelas. Dokumentasikan gateway, DNS, DHCP range dan reserved address agar troubleshooting tidak bergantung pada ingatan teknisi.
Gunakan firewall sebagai policy layer
Routing antar VLAN tidak otomatis berarti semua subnet harus saling mengakses. Terapkan policy least-privilege untuk membatasi guest ke resource internal dan hanya membuka port yang dibutuhkan aplikasi.
Uji sebelum go-live
Verifikasi DHCP, internet, DNS, inter-VLAN access, isolation guest dan akses aplikasi. Simpan hasil pengujian sebagai baseline agar perubahan berikutnya dapat dibandingkan.